Maroon 5 - Payphone (feat. Wiz Khalifa)

Minggu, 23 Maret 2014

Miss You Chomell

“Aduh kemana sih nih anak, dicariin dari tadi gak nemu-nemu” gerutu Avie dalam hati sambil terus mencari adiknya. Sampai di ujung jalan dia berhenti sejenak dan menoleh ke kiri dan kanan namun hasilnya masih nihil, lalu pandangannya terhenti pada sosok lelaki asing yang tengah duduk bersantai menyaksikan aksi para bocah cilik di lapangan. “Dia siapa yah?” tanyanya dalam hati namun langsung berpaling dan pulang ke rumahnya.
Di sekolah.
Treengg.. treengg.. treengg. Bel tanda masuk berbunyi, para murid pun segera masuk ke kelas masing-masing.
“Pagi anak-anak” sapa Bu Ramona wali kelas X A.
“Pagi Bu” balas para murid.
“Pagi ini kelas kita kedatangan murid baru”.
“Siapa yah” pikir Avie.
“Silahkan masuk nak”.
“Sekarang perkenalkan diri kamu”.
“Hy guys, kenalin nama gue Samuel Putra Vinnoscha, kalian bisa panggil gue Sam. Gue pindahan dari …. (salah satu SMA Negeri di Jakarta).
“Baik Sam, sekarang kamu duduk di kursi kosong belakang sana” kata Bu Ramona.
“Loh dia kan cowok yang kemarin sore, oh pindahan toh” gumam Avie dalam hati.
Di pagi hari.
Avie bermaksud keluar ingin membeli makanan untuk sarapan pagi. Di tengah jalan dia melihat Sam berdiri di ujung jalan memandangi lapangan kosong. “Loh itu kan Sam si anak baru itu, ngapain dia disitu, waduh udah rapi bener lagi nih kan baru jam stengah 7. Dasar anak baru” ucap Avie dalam hati.
Di kelas.
“Nah anak-anak, silahkan lanjutkan tugas yang Ibu suruh, Ibu mau ke ruang Kepala Sekolah dulu”.
“Iya Bu” serentak para murid.
“Ricky kamu awasi teman kamu ya” perintah Bu Ramona kepada Ricky, Ketua Kelas, sembari meninggalkan kelas.
“Siap Bu!” jawab Ricky.
Avie dan Shila pun melanjutkan tugas yang diberikan sambil berbincang-bincang. Namun, tanpa sadar sesekali mata Avie melirik ke arah Sam. “Hm kalau dilihat-lihat Sam ternyata cakep juga, manis lagi” bisiknya dalam hati sambil tersenyum.
“Hello, Vie lo gak dengerin gue ya?” tanya Shila sambil melambaikan tangannya di depan wajah Avie.
“Aa.. aah.. iya iya sorry lo tadi ngomong apa?”
“Hudew.. gak ada siaran ulang deh. Lo lagi ngelihatin siapa sih dari tadi?” tanya Shila penasaran.
Avie hanya diam menanggapinya dan kembali melirik ke arah Sam.
“Haa gue tau, lo ngelihatin Sam yaa?” serunya dengan nada agak tinggi.
“Iih hush gak usah kenceng-kenceng deh, ntar ada yang denger!” bentak Avie sembari menutup mulut Shila.
“Hm iya iya. Aaa lo naksir ya sama si Sam? Ngaku gak?”
Avie membalasnya dengan senyuman. “Hm abis dia kalau dilihat-lihat manis juga, keren lagi” jujurnya.
“Haha emang iya kali” balas Shila.
Hari berganti hari, Avie mulai dekat dengan Sam walaupun komunikasinya hanya sepatah dua kata. Tapi denger-dengar, Sam suka sama Avie. Avie yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum senang sambil berteriak dalam hati, “Aah gue juga suka sama lo Sam”.
Suatu waktu di kelas.
“Eeh Vie gue kemarin sempet denger dari temen-temen kalau Sam tuh naksir sama lo!” tegas Shila.
“Hm ya gue udah tau kali” ucap Avie dengan nada datar tapi dengan sedikit senyuman.
“Cieehh.. cieehh.. naksir-naksiran dong nih haha. Eeh tapi kalau yang ini lo pasti belum tau”
“Apaan?”
“Gue kemaren kan lagi jalan nih, terus gue lihat si Sam gak tau sama siapa. Awalnya gue mau nyapa dia, tapi gak jadi karena gue sempet denger nama lo disebut-sebut gitu. Yaa gue nguping aja. Dan dia bilang gini nih. -Avie orangnya cantik ya, manis, pinter lagi-.” Ceritanya panjang lebar.
“Serius lo Shil?!” seru Avie.
“Yaelah sejak kapan sih gue bohong”
“Aahahau iya iya gue percaya kok sahabatku yang paling manis” ucapnya sambil memeluk Shila.
“Huh tumben banget panggil manis, kucing kali manis” kata Shila sambil memanyunkan bibirnya.
“Haha serius kali Shil”
Tak terasa liburan semester hampir tiba, teman-teman Avie tengah sibuk berkicau kemana mereka akan berlibur. Avie hanya diam saja dan tak terlalu memikirkan hal tersebut. “Ehh Vie, libur nanti lo mau kemana?” tanya Shila. “Tau” singkat Avie. “Iih gak seru deh!” kesal Shila. Avie hanya diam menanggapinya.
Di rumah.
“Vie, mau ikut gue gak ke Bogor? Dah lama nih gak kesana” rayu Elsa sepupunya. “Hm cuman berdua?” tanya Avie. “Iya” jawab Elsa. “Hm ya udah deh gue mau, lagian gue juga dah kangen sama orang disana”. “Yes, oke lo beres-beres gih, lusa kita berangkat yah” ucap Elsa seraya meninggalkan Avie.
Selama di Bogor Avie menikmati liburannya. Dan tak terasa liburan pun hampir berakhir. Dia pun bersiap-siap untuk kembali ke rumahnya di Bandung. “Yah dah mau sekolah lagi nih, gak papa deh gue juga dah nggak sabar mau ketemu si Sam lagi” ucap Avie lalu menutup jendela kamarnya dan tidur karena dia harus berangkat pagi besok.
Setibanya di rumah, Avie pergi ke rumah Shila dan hendak menanyakan kabar Sam. Tapi yang dia dapat hanya kabar kepergian Sam.
“Vie, si Sam kemarin katanya pulang tuh ke tempat asalnya di Jakarta, dia nitip salam buat lo” terang Shila.
“Hah? Pulang? Gak bakal balik lagi dong?” tanya Avie dengan nada terkejut.
“Yee gak usah kaget gitu dong, budek nih gue!” tegas Shila.
“Ya maaf, emang dia perginya sampai kapan?”
“Yaa mana gue tau, emang gue nyokapnya”
“Iih Shila gitu deh” kesal Avie.
“Ya udah kali, yang penting kan dia nitip salam sama lo, daripada nggak sama sekali” ucap Shila.
“Iya sih” kata Avie. “Tapi kan gue pengen lihat dia buat yang terakhir kalinya, walaupun gue gak tau kapan dia balik. Sam lo kok jahat banget sih ninggalin gue, gue kan belum bilang kalau gue sayang sama lo” gumamnya dalam hati dengan wajah cemberut.
6 tahun kemudian
“Dah 6 tahun semenjak kepergian lo Sam, dan gue masih gak bisa lupain lo. Gue gak tau kenapa, setiap gue berusaha ngelupain lo eeh lo malah muncul dalam khayalan dan mimpi gue. Aneh! Padahal belum tentu lo mikirin gue. Huft.. gue harap sih lo tetep simpen perasaan lo yang dulu. Dan gue harap apa yang dulu lo rasain bukan sekedar “cinta monyet” atau “cinta sesaat”. Semoga penantian gue ini gak sia-sia dan jarak bisa mempertemukan kita seperti dulu lagi. Miss you My Chomell

Selasa, 18 Maret 2014

cerpen Hari Sial

Di suatu sekolahan ada anak laki-laki namanya Fachri, yang bisa di bilang ganteng engga jelek engga ya pas-pasan juga engga ya, dia ngekost di samping sekolahan. Awalnya dia sudah berusaha banget untuk bangun pagi biar gak telat masuk sekolah dan dia berhasil walaupun lewat pintu belakang sekolah.
Apel pagi, semua murid kumpul dan baris dengan rapih di lapangan dengan satu komando dari komandan pleton, disini Fachri ditanya sama temannya, namanya Nur Cahyo biasa di panggil di sekolahan Kacung,
“hei Fakhri statusmu di facebook keren” kata kacung sambil mangap,
“yang mana cung? Yang barusan gua update? Iya itu emang gokil cung lo bisa bebas berekspresi sesuka hati lo di kamar mandi sendirian, lo mau ***** juga gak ada yang larang” kata Fachri sambil joget gangnam style,
Kemudian Fachri gak sadar kalau perlakuannya itu menggangu guru yang ada di depan barisan yang sedang memberikan insruksi, guru itu mendatangi Fachri dan menendang bagian pinggang dari Fachri sambil berkata
“kamu ngapain haaahhh!!!” sambil teriak,
itu dia gak tau ya hanya menurut dia mengganggu atau engga. Fachri Cuma terdiam dan menyesuaikan barisan sambil bilang
“tidak pak hah” sambil ketakutan sambil kaget,
Guru tersebut pergi meninggalkan Fachri dan kawan-kawannya.

Tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi 3x murid masuk ke kelasnya masing-masing dengan tidak tertib, mungkin Fachri sedang kurang beruntung atau memang sial ya, tak lama setelah masuk Fachri mampir ke kantin untuk membeli gorengan.
“cung gua ke kantin dulu beli gorengan perut gua laper abis bro dari pagi belum sarapan” kata Fachri sambil meninggalkan lapangan,
“ya udah Fachri, nitip ya masuknya nanti agak lama juga gapapa” sambil tersenyum menahan tawa.

Sekitar 1 jam Fachri berada di kantin sambil menikmati santapannya dia pun tak sadar atau memang sengaja pura-pura tidak tahu ya kalau pelajarannya itu sudah di mulai dan Fachri pun telat masuk kelas sehingga guru yang sedang mengajar di kelas itu marah atas perlakuan Fachri yang tidak sopan, Fachri masuk kelas seolah-olah tak melihat guru yang sedang marah, dia tidak sadar kalau perbuatannya itu sangat tidak sopan dan membuat marah guru.
“Fachri, keluar sekarang!” bu guru sambil menatap Fachri dengan penuh kekesalan,
“Salah saya apa bu?” kata Fachri dengan wajah lugu,
Langsung di jawab oleh bu guru sambil menggebrak meja “Banyak! Kamu masuk terlambat, masuk ruangan tidak izin dengan guru, sambil makan pula. Kamu itu punya otak atau tidak?”
“maaf bu saya gak tau kalau itu ibu guru, saya kira tadi Rita.” Fachri menjawab sambil menunjuk Rita yang sedang duduk di bangkunya,

Dengan merinding dan masih saja berpura-pura tidak tahu apa yang telah di perbuatnya Fachri meninggalkan kelas dengan penuh kebingungan. Setelah keluar Fachri bertemu dengan guru piket yang kebetulan guru piketnya itu guru yang paling di takuti oleh murid-murid, gak usah tau lah ya namanya siapa pokoknya dialah guru tergalak dan paling menakutkan, guru tersebut bertanya kepada Fachri
“kenapa kamu gak masuk kelas?” dengan nada santai.
“saya gak tahu kesalahan saya apa pak sehingga saya di keluarkan dari kelas.” Fachri menjawab dengan santai.
“ya udah push up dulu 3 seri.” Balas pak guru piket dengan nada mengejek.

Dengan semangat yang rendah Fachri langsung mengambil posisi push up dan melaksanakan push upnya sebanyak 3 seri, 1 seri push up sama dengan 35 kali, maka 3 seri adalah 35 di kalikan 3 sama dengan 105x, sebanyak 105x Fachri push up yang pada awalnya semangat sampai push up yang ke 5 Fachri mulai merasa lelah dan tidak kuat.
Permasalahan dengan guru piket pun selesai.

TAMAT

Jumat, 14 Maret 2014

Longing to See You

Awan di atas sana seperti kapas yang menghiasi pandanganku, lalu bunga bunga itu seperti teman ku, serta burung yang beterbangan adalah alasan dari hidup ku ini masih berlanjut. Dunia ini benar-benar bukan tempat yang adil untuk ku singgahi, lagi lagi aku harus menanggung derita tiada habis dan mengoyahkan nalar yang membuat pusing tujuh keliling. Maafkan aku Tuhan, Aku belum bisa mensyukuri Keadaan ku sekarang.
14 Maret 2012, Langit Mulai Menguning
Dear Diary,
Hari ini aku bertemu lagi dengan pacar barunya, rasa kesal terus menghantuiku dan kenapa harus perempuan itu yang jadi penggantiku?, aku bukan orang munafik dan aku jujur bahwa aku masih mencintai dia. sekarang aku harus berusaha melupakannya! Semoga hati ini tak terluka lebih dalam lagi.
Belum sempat ku beranjak dari meja setelah kututup Diary, Ponsel ku berdering, panggilan masuk dari Novandre, lho dari Novandre? tertegun aku tercengang melihat kenyataan pahit ini lagi, dia adalah sosok yang ku tulis hari ini. untuk apa dia menghubungi ku lagi, sudah jelas satu bulan ini aku putus dengannya. Ku tatap ponsel ku dengan nanar dan jelas saja aku tolak saja panggilan itu. dia sepertinya pantang menyerah mungkin ingin menyampaikan sesuatu, malas aku harus memperdulikannya lagi, Lantas saja ku tekan tombol non-aktif di ponsel ku, rasa kalut langsung menghadangku
Kamu berani lagi menggangguku di saat aku sedang berusaha membenci dan melupakanmu. Aku benci kamu, mengapa kamu harus pacari temanku. memangnya wanita di dunia ini tidak ada lagi sampai-sampai kamu harus memilih temanku. Dia adalah teman yang selama ini selalu menjadi tempat keluh kesah ku yang paling ku percayai. Kamu seolah membuatku tak berguna di hadapanmu. Bahkan saat Puisi ku dimuat di sebuah majalah, kamu malah menyepelekan itu dengan mengomentari bahwa sebenarnya Puisi ku kurang bagus, malam ini rasa sakit itu semakin jelas, mataku tak kuasa menahan air mata yang memaksa keluar dan dengan begitu saja air mata ku mengalir deras.
Halo matahari pagi, sinari aku dengan sedikit harapan untukku yang bisa ku gapai tolonglah bantu aku melupakan dia. Mataku bengkak mengingat malam tadi aku menangis. Pagi ini aku malu bersekolah dengan mata bengkak ini. kenapa aku harus menangis padahal dia tak penting untukku lagi. tapi aku juga tak bisa mengelak bahwa aku masih mencintaimu dan tak sadar aku berharap kau kembali padaku, tapi sepertinya hanya harapan kosong yang ku lempar untuknya. Ku berjalan menyusuri hiruk pikuk kota ini dengan menggenggam terlalu banyak harapan. tak ku sangka sampai juga di gerbang sekolah setelah lumayan berat ku langkahkan kaki ini, padahal jarak rumah dekat dengan sekolah, mungkin itu efek galau. dengan mata bengkak aku berusaha tersenyum pada teman-teman ku, aku harus mengingat bahwa hidup adalah tergantung dengan apa yang kita lakukan hari ini, dengan itu aku harus menyembunyikan rasa sedih ini agar aku bisa tersenyum di kemudian hari.
Sampai sekarang aku masih bingung, memangnya orang pacaran kalau putus harus bermusuhan ya?, aku menyesali itu, walau aku harus putus dengan Novan tapi setidaknya aku ingin menjadi sahabatnya saja. Sederhana saja yang aku inginkan. Sarah menghampiriku dengan senyum khas lesung pipit di kedua sudut bibirnya, cukup mengobatiku ternyata masih ada teman yang setia untuk ku. dia sepertinya membawa kabar gembira.
“Nika!!!” teriaknya menghampiriku dan langsung memelukku. terlalu berlebihan untukku yang saat itu sedang kalut, aku memaksa melepas pelukannya,
“kok gitu sih?” Sarah heran.
Dia ternyata tak kapok ku marahi dia malah mengulangi lagi untuk memelukku, aku pasrah saja. setelah agak lama dia lalu melepas pelukannya yang sangat erat itu, lalu menyampaikan kabar untukku.
“Nika, Selamat ya” Sarah mengulurkan tangan memberi selamat, tentu aku sambut saja ucapannya itu,
“memangnya selamat untuk apa?”
“kamu terpilih untuk mewakili sekolah kita di lomba Karya Tulis SMA tingkat Provinsi bareng sama Novandre!”
“hah! Novandre? aku sama Novandre?” aku heran betul dengan kabar itu, bukan senang dan bukan sedih tapi aku malah malu, aku harus bekerja sama dengannya yang sudah jelas aku membencinya, dunia ternyata tak memihak untukku, Sarah hanya mengangguk angguk saja meng iya kan pertanyaannku.
“Nggak adil!” aku teriak keras sambil menjambak rambutku sendiri. semua orang disana melihat ke arah ku, sambil sedikit heran mereka lalu menertawaiku.
Sarah yang malu bukan kepalang langsung membawa ku melihat mading pengumuman yang saat itu sudah terlihat tidak ramai lagi. tercengang melihat kebenaran kabar dari Sarah.
“ini serius nih?” aku masih tak mempercayai itu
“udah terima aja Nik!” Sarah mendukungku, tapi bagaimana bisa aku bekerja sama dengannya.
“aku pikir-pikir dulu!” aku lemas tak berdaya, pilihan ada dua, tolak atau terima
Sarah sepertinya baru sadar dengan mata bengkak ku ini, aku diintrogasi dengan banyak pertanyaan.
“ngomong-ngomong mata kamu kenapa Nik? um aku tau nih, pasti diputusin pacar ya? atau nggak dikasih uang jajan ya? atau abis lihat film drama?”
“pacar apaan kamu juga tau sendiri aku masih jomblo, ah kamu mau tau aja!”
“ye nggak papa dong, ini bermanfaat lho!” ucap Sarah membenarkan keingin tahuannya.
“bermanfaat apanya?” aku bersungut sungut
“udah jangan cemberut nanti cowok-cowok pada kabur lho!”
Dia menggodai ku lagi, tapi tak apa yang penting aku kembali tersenyum namun terpaksa. Mereka yang berada di Kelas menyambut kedatanganku, ada yang memberi selamat dan ada juga yang iri, sudah biasa untukku.
Setelah tau ternyata aku harus membuat karya tulis dengannya, aku terfikir lagi tadi malam dia menghubungi Ponsel ku, mungkin ini yang akan dia kabarkan untukku, Sampai siang ini aku belum juga bertemu dengannya, hari ini bahkan untuk sekedar melihatnya saja mustahil.
Harus ku akui saat ini aku senang, mungkin dengan ini aku bisa dekat dengannya lagi dan aku ingin menjalin persahabatan dengannya. Ku putuskan untuk menerima tantangan itu, Tapi bagaimana bisa aku membuat karya tulis ini, padahal daadlinenya sebentar lagi sedangkan tadi Ibu Rosa telah menagih hasil karya yang seharusnya sudah terselesaikan. aku hanya melamun saja di depan layar Laptop ku karena bingung harus menulis apa, temanya tentang Lingkungan dan Kebersihan, aku bimbang hubungi Novan atau tidak. lama aku melamuni Ponsel ku. dan tak disangka-sangka SMS masuk dari Novan.
“Nika! kamu udah tau tentang kabar itu?”
Aku jawab saja SMS itu dengan jawaban singkat
“udah!”
Tak biasanya jantungku berdebar-debar membalas SMS darinya. Apa aku jatuh cinta lagi. jangan sampai itu terjadi, Tidak Bisa! dia memberi balasan lagi. cowok memang lebih suka to the point dari pada basa-basi tak jelas
“maaf ya! tadi aku nggak bisa temenin kamu dengerin bimbingan cara membuat karya tulis dari Ibu Rosa, Aku nggak sekolah hari ini, besok kita ketemu saja pulang sekolah di perpustakaan, kita selesaikan karya tulis itu, biar cepet selesai, OK?”
Melihat SMS nya, rasanya senang sekali, aku bisa dekat dengannya lagi. aku tersenyum singkat dan kebingungan mau membalas apa. ku tulis saja semauku
“ya!” jawabanku ku sengaja singkat padat dan menyebalkan biarlah saja dia bukan orang yang pantas ku takuti. setelah itu aku tersenyum-senyum seperti layaknya manusia yang sedang bahagia.
Tak terlupakan untuk kejadian mustahil ini, ku buka Diary ku dan aku mulai menulis kata-kata di sana
15 Maret 2012, Hari Begitu Cerah
Dear Diary
Hari ini, aku menemukan hal yang sulit ku percayai. aku menemukan jalan untuk dapat berteman dengan Novandre, aku tak mau hanya karena masa lalu, aku menjadi orang jahat yang memutuskan tali pertemanan dengannya, bukan kah itu dosa. aku berharap aku bisa melupakan kesalahannya dan aku harus berusaha memaafkan Nabila temanku yang sekarang berpacaran dengan Novandre, tapi tak secepat itu aku juga manusia yang sulit memaafkan, perlahan tapi pasti aku berusaha untuk itu. :)
Seolah seperti kepompong yang akhirnya keluar menjadi kupu-kupu, aku berusaha menjadi yang terbaik untuk semuanya. Sepertinya Sarah begitu senang saat ku bilang aku menerima tantangan itu. dan akhirnya aku bertemu dengan Nabila lagi hari ini, aku melempar senyuman memberi kode aku telah memaafkan mu Nabila, dia juga sumringah membalas senyum padaku. Perlahan tapi pasti kita akan dekat lagi, mungkin sekarang kita saling malu untuk mendekat.
Tak terasa berjubal ilmu telah didapat hari ini. akhirnya waktunya pulang sekolah. Saatnya menepati janji Novandre. Ku langkahkan kaki ini menuju Perpustakaan Sekolah sendirian saja. Novandre menunggu ku di depan pintu, dia menyambut ku dengan tatapan ramah dan mengajakku duduk bersama Nabila, di sana rupanya ada Nabila, tenang jangan sampai aku cemburu, aku sudah bertekad untuk menjadikan mereka temanku. kacau sekali perasaan ini, dan aku hanya bisa menatap seluruh penjuru ruangan tanpa sedikit pun melihat wajah mereka.
“Nika! maafin kita ya” kata maaf terlontar dari Novan yang seolah masih merasa tak enak dengan ku. Aku dengan cepat mengalihkan pandanganku ke arah mereka
“kenapa harus minta maaf?” aku berlaga bijak dengan memperlihatkan diriku yang tegar telah melupakan kejadian itu.
Mereka hanya terdiam saja, Nabila bahkan tak bisa berdecit sama sekali
“aku udah maafin kalian kok!” aku memaksa untuk tersenyum dengan menatap mereka meyakinkan jawabanku. aku harus melupakan Novandre dan aku ingin jadi temanmu. dan juga Nabila.
“kamu serius Nik? makasih banyak Nik” ucap Novandre, dan Nabila pun tersenyum semangat sambil meraih tangan ku. aku hanya bisa tersenyum saja.
“makasih banyak untuk ini Nik.” akhirnya Nabila berbicara dan melemaskan kekakuan di antara kami.
Rasa lega sekali muncul menyapa ku. Kami saling tersenyum dan aku tak merasakan ternyata air mata haru mengalir begitu saja, Nabila pun begitu, aku menghapus air mata Nabila dan Nabila menghapus air mata ku, kami pun tersenyum dan lalu tertawa bersama, lama sekali kita tidak mengobrol akhirnya kami bertiga menghilangkan rasa canggung sampai tak ada air mata lagi. Tapi sepertinya Nabila tak enak dengan kami yang harus cepat menyelesaikan tugas. Dia pamitan untuk pulang dan mengizinkan pacarnya bersama dengan mantan pacarnya yaitu aku, berdua mengerjakan tugas. Nabila pun berlalu setelah berpamitan.
Nah di sini lah aku sekarang bersama Novandre mantan pacar ku yang sekarang menjadi teman ku.
“mulai dari mana kita Nik?” ucap Novandre membuka diskusi
“kita mulai dari bahasan mengenai Lingkungan dulu, baru masuk bahasan pokoknya Kesehatan!”
Kami serius sekali dengan proyek Karya tulis ini, agar kami bisa memenangkan piala dan membanggakan nama Sekolah. Novandre semangat bersama ku menggapai harapan itu.
16 Maret 2012, Keajaiban yang Datang dengan Cepat
Dear Diary,
Aku senang bisa berteman dengan mereka yang dahulu ku anggap musuh. aku kangen dekat dengan mereka. begitulah kurang lebihnya perasaan ku saat ini. :)
-Selesai-

Jumat, 07 Maret 2014

Ayah, Mengapa Aku Berbeda

Ayah, Mengapa Aku Berbeda


Bila semua teman-temanku bernyanyi, aku hanya bisa terdiam. Aku tidak pernah tau harus bagaimana mengatakan pada dunia bertapa aku sangat ingin seperti mereka, bisa mendengar dan bernyanyi layaknya kehidupan normal.

Sayangnya aku terlahir dengan keadaan tuli, lebih sadisnya terkadang mereka orang-orang yang tidak pernah mengerti perasaanku berkata kalau aku “ BUDEK” dan itu dituliskan di kertas untukkku tepat di meja belajarku di kelas.

Tapi aku tidak pernah merasa ingin membalas semuanya, karena aku sadar inilah hidupku dan inilah takdirku.

Dulu semasa kecil mungkin aku tidak pernah merasa beban ini begitu besar dalam hidupku, ketika menyadari aku beranjak remaja dan melihat aku berbeda diantara sahabat-sahabatku. Di depan mading sekolahku tertulis sebuah pengumuman pembentukan tim musik sekolah, aku ingin ikut dalam tim itu tapi sayangnya aku hanya bisa meratapi nasibku. Aku pun pulang untuk bertemu dengan ayah, aku terduduk dengan wajah penuh kesedihan,

Dalam duniaku, hanya ayah yang bisa mengerti apa yang aku katakan. Walaupun itu harus dengan bahasa tangan yang ia pelajari dengan susah payah.
Aku mengetuk pintu untuk memberi tanda aku ada di kamar untuk bicara dengan ayah, ia melihatku dan melempar senyum.

“ Angel, ayo masuk. Silakan duduk disini nak, ada apa? Bagaimana pelajaran kelas kamu hari ini?”
Aku tertunduk, lalu ayah mulai bisa membaca wajahku.
“ Apa yang terjadi nak, ceritakan pada ayah?”
“ Ayah mengapa aku berbeda dari teman-temanku?”
“ Dalam hal?” tanya ayah padaku,
Aku menangis dan usiaku saat itu hanya 12 tahun dan duduk di sekolah menengah pertama.
“ Aku tidak bisa bernyanyi, tidak bisa mendengar.. Mengapa ayah?”
Ayah melihatku sambil tersenyum,
“ Apakah kamu merasa bersedih karena itu?”
“ Ya, aku sangat bersedih.. Aku ingin seperti mereka.. Bisa bernyanyi dan mendengarkan indahnya musik..”
“ Mengapa kamu ingin menjadi seperti mereka?”
“ Karena aku ingin menjadi tim musik sekolah, aku ingin ayah..”
“ Kalau begitu lakukan..”

Aku terdiam tidak bisa membalas pertanyaan ayah kemudian ia bangkit dan mengajakku ke ruangan gudang di belakang rumahku, ia mulai membersihkan debu-debu di sebuah meja panjang yang tadinya kupikir adalah meja makan. Ternyata itu adalah piano klasik. Aku memperhatikanya dengan heran,

“ Ini adalah peninggalan ibumu sebelum ia meninggal setelah melahirkan kamu, ayah sudah tidak pernah mendengarkannya sejak kamu terlahir..”
“ Lalu..?” tanyaku.
“ kamu mungkin terlahir tanpa bisa mendengar dan bernyanyi. Tapi kamu terlahir dari rahim seorang ibu yang berjuang agar kamu ada di dunia ini dan ayah percaya, Tuhan memberikan kamu dalam kehidupan karena kamu memang layak untuk itu.”
“ Tapi aku cacat, tidak normal dan tidak akan pernah bisa mendengar musik? Bagaimana caranya aku bisa seperti teman-temanku.”
“ Sayang kamu memang tidak bisa mendengarkan musik, tapi kamu bisa memainkan musik?”
“ Bagaimana caranya?”
“ Ayah ada disini untuk kamu dan percayalah, musik itu akan terasa indah bila kamu merasakannya dari hati kamu. “
“ Walaupun aku tidak bisa mendengar..”
Ayah duduk dikursi dan menyuruhku memperhatikannya bermain piano, Ia menutup matanya lalu memainkan arunan toth piano itu.
“ Anakku, rasakanlah musik itu dalam hati dan kamu akan tau bertapa Tuhan sangat mencintai siapapun makluk yang ia ciptakan. Walaupun kamu terlahir dengan keadaan cacat dan tidak bisa mendengarkan suara musik itu dari telinga kamu.. Kamu bisa dengarkan lewatkan hati kamu..”

Ayah mengajakku untuk menyentuh setiap toth piano dan kami bermain bersama, aku memang tidak bisa merasakan apa suara music itu tapi aku bisa merasakan nada dari jari yang ketekan dan itu membuatku bersemangat untuk berlatih piano klasik, aku tau ibuku adalah seorang pemain piano sebelum ia meninggal saat melahirkanku. Aku pun berjuang untuk bermain musik dan perlahan aku mampu membuat sedikit alunan music yang indah. Semua itu kurasakan dalam hatiku, semua itu kurasakan dalam jiwaku.

Beberapa minggu kemudian, aku mulai berani mendaftar dalam tim musik sekolahku dan guruku menerimaku walaupun ia tau aku cacat tapi setelah aku mainkan piano dan ia terkesan. Aku tau semua orang melihatku dengan aneh, seorang teman bernama Agnes datang padaku.

“ Hai orang cacat, apa yang bisa kamu lakukan dengan telingamu yang tertutup kotoran?”
Yang lain tertawa dan menambah kalimat yang melukai hatiku,
“ Dia mungkin mau jadi badut diantara tim kita, biarkan saja..”
Ejekan itu berakhir saat guruku datang, mereka semua kembali ke posisi mereka masing dalam alat music yang mereka kuasai. Ibu guru pembimbing kelas musik bersikap hangat padaku, ia memperkenalkanku pada semuanya.
“ Anak-anak mulai hari ini Angel akan bergabung dalam tim kita, semoga kalian bisa berkerja sama dengan Angel ya..”
“ Ibu apa yang bisa lakukan untuk tim kita, dia kan budek?” ejek Agnes.
“ Agnes!! ibu tidak pernah mengajarkan kamu untuk menghina orang lain, jaga sikap kamu. Walaupun Angel cacat secara fisik ia juga memiliki perasaan, tolong kendalikan kata-kata kamu.”
Aku senang ibu membelaku tapi itu malah membuat semua membenciku, ibu mempersilakan aku memainkan piano, dengan gugup aku bisa bermain dengan baik. Tidak ada satupun tepuk tangan dari teman-temanku, hanya ibu guru seorang. Ketika kelas bubar aku mendekat pada ibu guru, aku menuliskan apa yang ingin aku katakan kepadanya, Ia membacanya.
“ Ibu , aku mundur saja dari tim, aku tidak mungkin bisa menjadi bagian dari mereka. Karena aku ini cacat. Mereka tidak akan menerimaku?”
“ Tidak sayang, jangan berkata demikian, kamu special, kamu berbakat, mereka hanya belum terbiasa, percayalah kalau kamu sudah sering bermain dengan mereka. Kamu akan diterima dengan suka cita. Jadi ibu tidak mau mendengarkan kalimat kamu ingin mundur..”
“ Tapi bu, aku takut bila membuat semua jadi kacau.”
“ Anakku, beberapa minggu lagi, sekolah ini akan merayakan hari ulang tahunnya, ibu percaya kamulah satu-satunya orang yang layak mengisi tempat di bagian piano, karena teman kamu Rika ( pianis sebelumnya) telah mundur karena sakit cacar”

Aku pulang ke rumah dan memberi kabar kalau aku diterima dalam tim musik sekolah, ayah begitu gembira menunggu saat-saat aku akan berada dipanggung, ia terus melatih permainan pianoku. Aku tidak pernah cerita bertapa aku sangat diremehkan oleh teman-teman se-timku yang hanya menganggap aku sampah yang tidak layak disamping mereka. Mereka sering memarahi aku dengan kata-kata kasar lalu mereka menghinaku sebagai gadis caca, hal itu terus terjadi disaat kami berlatih persiapan untuk panggung sekolah . Mereka tidak pernah peduli apa yang kumainkan bila benar, mereka selalu bilang salah. Padahal aku yakin aku benar-benar memainkan musik piano ini, sedihnya saat aku bertanya dimana letak kesalahanku yang mereka jawab lebih menyakitkan.

“ Kamu ini tuli dan budek, bagaimana bisa kamu tau alunan musik yang kamu mainkan itu benar atau salah? Kamu membuat aku muak dengan sikap kamu yang sok pintar dan mencari muka di depan bu guru.” Kata Agnes padaku.
Aku menangis mendengarkan kalimat itu, aku berlari pulang ke rumah dan satu-satunya kalimat yang kudengar hanya satu. “ Pergi kamu gadis cacat, jangan pernah kembali ke tim kami, kami tidak sudi menerima kamu dalam kelompok ini.”
Aku menangis hingga di depan rumahku dan ketika aku tiba di gerbang rumahku, sebuah mobil ambulan ada didepan rumahku dan membawa ayah. Aku mengejar perawat yang membawa ayah, ayahku tampak tertidur tanpa bicara, seorang tetanggaku berkata padaku.
“ Ayahmu terkena serangan jantung, kamu ikut tante saja. Kita pergi bersama-sama ke rumah sakit.”
Aku shock dan menangis! Bagaimana hidupku tanpa ayah? Sepanjang perjalanan aku terus menitihkan air mata. Ayah tidak sadarkan diri sejak sakit jantungnya kambuh, ia memang memiliki sakit jantung sejak menikah padahal usianya masih sangat muda. tiga hari lamanya aku menemani ayah yang tidak pernah sadarkan diri. Tiga hari pula aku tidak pernah ke sekolah, bu guru bertanya pada Agnes mengapa aku tidak masuk hari ini?”
“ Mungkin Angel merasa tidak sanggup lagi bergabung dengan tim kita, dia itu bodoh bu! Selalu melakukan kesalahan dan dia pergi begitu saja saat latihan dan tidak pernah kembali hingga saat ini.”
Ibu guru mencoba pergi ke rumahku, tapi tidak ada seorang pun orang dirumahku. Aku tau beberapa hari lagi perayaaan musik di sekolahku akan dimulai. Mungkin memang sudah menjadi garis tangan hidupku, aku tidak boleh menjadi tim sekolah. Padahal aku sudah berjuang maksimal berlatih piano di rumah. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menjaga ayahku karena ia lebih penting dalam hidupku, ia satu-satunya sahabatku yang bisa mengerti keadaan ku setelah ibu meninggal dunia.
Ya Tuhan jangan ambil ayahku, doaku setiap saat kepadanya

Seminggu kemudian,

Ayah tersadar dan melihat aku disampingnya. Ia tidak bisa bicara banyak, selain bertanya mengapa aku disini, mengapa aku tidak berlatih bersama tim musik disekolahku, aku berpura-pura berkata padanya kalau mereka memberikan aku izin menjaga ayah. Ayah marah padaku, ia bilang aku harus segera latihan dan ia ingin aku tampil disana.

“ Jangan pedulikan ayah saat ini, yang penting kamu harus bisa buktikan kepada semua orang kalau kamu bisa bermain musik dan tunjukkan kepada mereka kamu gadis yang sempurna ”

Rabu, 05 Maret 2014

Sahabat Jadi Cinta

 

Hay kenalin namaku Zahra Indri, biasa dipanggil Zahra. Aku punya kakak bernama Doni Saputra, aku juga punya sahabat namanya Ilham fauzi. Dia tuh orangnya baik banget, aku sebenarnya sudah suka sama ilham tapi aku gak mau merusak persahabatan ini hanya karena perasaanku. aku sudah bersahabat sudah cukup lama hampir 6 tahun. Sekarang aku dan ilham kelas 3 SMA.
“dek bangun udah ditungguin sahabatnya tuh” kata kak doni
“iya sebentar kak aku lagi siap-siap nih” jawabku

Setelah selesai aku turun untuk menemui ilham yang sedari tadi menungguku
“hay ndut” sapaku ke ilham *ilham biasa ku panggil ndut, karena badannya yang agak gendut
“hay juga sipit” katanya *ilham juga sering memanggilku sipit, karena mataku yang agak sipit
“maaf ya nunggu lama, ya udah yuk berangkat” kataku

Sampai sekolah
“ilham…” teriak seorang cewek memanggil ilham
“eh sophi. ada apa?” tanya ilham, sophi adalah teman sekelas ilham
“anterin aku ke perpus yuk” kata sophi
“ya udah yuk” jawab ilham menggandeng tangan sophi dan pergi gitu aja gak memperdulikanku yang dari tadi di kacangin.
Ya sudah aku masuk aja ke dalam kelas, aku dan ilham berbeda kelas.

Dikelas
“kenapa kamu ra, baru dateng udah cemberut aja” tanya laras teman sebangku ku
“gak papa, aku kesel aja masa tadikan sophi manggil ilham ngajakin ke perpus, ehh aku ditinggal sendirian malah gandengan tangan lagi” kataku kesal
“ciyee cemburu ya” ledek laras
“enggak sih” kataku

Diperpus Ilham dan Sophi
“phi..” panggil ilhamke sophi yang lagi baca buku
“kenapa ham?” tanya sophi
“Aku boleh minta tolong gak?” tanya ilham
“tolong apa?” tanya sophi
“aku lagi suka sama sahabatku udah lama, mungkin sekarang udah dibilang cinta, tapi aku takut untuk ngungkapinnya. takut merusak persahabatan ini yang udah lama” kata ilham
“oh sahabat kamu yang tadi?” tanya sophi
“iya, kamu mau gak bantuin aku?” tanya ilham
“tenang aja pasti aku bantuin, tapi ada syaratnya” kata sophi
“apa syaratnya?” tanya ilham
“comblangin aku sama kakak kamu” kata sophi
“Rafi maksud kamu?” tanya ilham
“iya lah siapa lagi kalau bukan dia, mau gak?” tanya sophi
“ok, kaya gitu doang gampang. kakak aku juga suka sama kamu” kata ilham
“ok..” kata sophi

istirahat
“ra kantin yuk” ajak laras
“Engga deh, lagi gak mood” kataku
“oh ya udah deh aku duluan ya” kata laras
“iya” kataku

Setelah laras keluar, sophi masuk dan menghampiriku
“kamu yang namanya zahra ya?” tanyanya
“iya” jawabku “ada apa?” tanyaku
“aku Cuma mau ngobrol aja, boleh gak?” tanya sophi
“boleh kok” jawabku
“emmm.. aku mau minta pendapat nih sama kamu, kalau misalkan ada sahabat kamu yang suka sama kamudan menginginkan kamu menjadi kekasihnya, kamu bakal terima dia atau enggak?” kata sophi
“kalau menurut aku, kalau akunya juga suka sama dia aku bakal terima dia, tapi kalau aku gak suka sama dia aku bakal omongin baik-baik sama dia biar tetap jadi sahabat aku” kataku yang memberi pendapat ke sophi
“kamu gak akan marah kalau sahabat kamu menyukai kamu lebih dari sahabat?” tanya sophi
“buat apa marah. walaupun sahabat aku menyukai aku tapi itu gak akan merusak persahabatan aku sama dia. emg kenapa sih kok kamu nanya kaya gitu?” tanyaku yang mulai curiga
“gak papa kok, ntar pulang sekolah ada acara gak?” tnya sophi
“gak ada, memang kenpa?” tanyaku
“temui aku di cafe depan sekolah” kata sophi dan berlalu pergi meninggalkan ku
“aneh” kataku

Di kelas sophi dan ilham
“ilham nanti pulang sekolah kamu ke cafe depan sekolah ya” kata sophi
“ada apa memangnya?” tanya ilham
“itu kesempatan kamu buat ngungkapin perasaan kamu sama zahra” kata sophi
“udah kamu kesana aja, ok” kata sophi
“ok deh, oh iya ntar pulang sekolah kamu ditunggu abang aku di cafe depan sekolah juga” kata ilham
“oh, oke thanks ya” kata sophi “sama-sama” kta ilham

pulang sekolah
“oh iya tadikan aku disuruh ke cafe depan sekolah, langsung kesana aja deh” kataku dan langsung pergi ke cafe depan sekolah

Di cafe
Aku ambil tempat duduk paling pojok sebelah kiri dekat panggung cafe itu. Tiba-tiba ada ilham yang berdiri diatas panggung
“check.. check, mohon perhatian saya disini akan menyanyikan sebuah lagu untuk sahabatku, zahra” kata ilham
Ilham mulai menyanyikan sebuah lagu yang dibawakan oleh grub band zigaz – sahabat jadi cinta
Setelah selesai ilham menghampiriku dan berlutut di depanku sambil menggenggam tanganku
“zahra aku udah lama memendam perasaan ini, dan aku akan mengungkapkannya sekarang” kata ilham
“zahra aku cinta sama kamu, maukah kamu menjadi pacarku?” kata ilham
*terima.. terima.. terima* kata para pengunjung cafe itu, dan disitu ada sophi dan kakaknya ilham, dan ada kakakku
“emmm….” kataku menggantungkan kata
“kenapa kamu gak mau jadi pacar aku? gak papa kok ra aku bisa terima jawabanmu” kata ilham dengan mata yang sudah berkaca-kaca
“aku mau kok ndut” kataku tersenyum
“maksih ya sipit” kata ilham “I LOVE YOU SIPIT ZAHRA” kata ilham
“I LOVE YOU TOO NDUT ILHAM” kataku
“PJ.. PJ.. PJ” kata sophi, kak rafi, kak doni
“tenang bisa diatur, BTW kak rafi udah jadian sama sophi?” tanya ilham
“uadh dong, thanks ya dek” kata kak rafi
“ham jagain adek gua ya, jangan sakiti hati adek gua” kata kak doni
“iya kak aku janji, aku bakal jagain zahra dan gak akan menyakiti hatinya” kata ilham
“asiiik gua bakal dapet PJ nih dari 2 pasangan ini yang baru jadian” kata kak doni
“hahaha, iya tenang” kata ilham dan kak rafi
Kita pun bercanda-canda dicafe itu…

END

Selasa, 04 Maret 2014

Dia buta


Sungguh dia cantik sekali, rambutnya terurai ke bawah, matanya bening, dan dia begitu menawan. Hanya satu yang tak pernah ku lihat darinya, senyumnya. Aku tak pernah melihat itu. Sudah sebulan aku melewati rumahnya untuk sekedar melihat parasnya yang elok, aku tak pernah melihat dia tersenyum.
“gadis yang sombong” terlontar kata-kata itu dari mulutku ketika ku lemparkan satu senyuman untuknya tetapi dia tak membalas sama sekali.

Dia selalu duduk di kursi panjang di taman rumahnya, dan selalu memandang lurus. Pandangannya kosong, aku tidak mengerti apa yang dia fikirkan.
Suatu siang, kulihat dia menangis, ingin sekali ku seka air matanya dan menanyakan langsung kepadanya, apa yang terjadi. Tapi aku takut. Bahkan namanya saja aku tak tau.
Air matanya semakin deras, ada apa dengannya? Ada rasa tak rela dari hatiku melihat butiran air mata bidadari itu jatuh percuma. Aku tak suka melihat pemandangan ini, ku beranikan diri mengahmpirinya. Ku pegang pundaknya, dia terkejut.
“sss.. ssiapa kau? Kau bukan malaikat yang ingin mencabut nyawaku sekarang kan?” Tanyanya, badan nya gemetar
“hey, tenanglah! Aku hanya ingin menjadi temanmu, apa kau tak melihatku?” aku mencoba mengajaknya berbasa basi.
“gelap! Semua gelap, aku tak melihatmu. Pergi kau! Aku takut kau adalah malaikat yang ingin mencabut nyawaku!”

Aku tak bisa berkata apa-apa, yang ada di fikiranku saat ini. Ya tuhan dia buta! Aku menyukai bidadari buta. Aku tak habis fikir, aku meninggalkan gadis itu dengan tangisannya.
Esoknya, tak kulihat lagi dia. Yang kulihat hanya bendera kuning yang tertancap di depan rumahnya. Mungkin malaikat telah menjemputnya, gadis buta.

Senin, 03 Maret 2014

KUMPULAN KATA PANTUN CINTA UPDATE 2014



Ada golok sudah tumpul,
diasah sama bang Ipul,
you make may days beautiful and my nights wonderful .
Ada burung cendrawasih,
makan duku sampe modar,
percayalah kasih,
kasih sayangku takkan pernah pudar.
Hari jumat hujan lebat,
awan mendung hitam pekat,
rayuanmu sungguh hebat,
mampu membuatku terpikat.
Ada orang Maluku di jitak,
dijitak sama orang Ba...tak,
selama jantungku masih berdetak,
cintaku tak akan luluh lantak.
Sungguh bahaya ular berbisa,
bila tergigit akan koma,
sungguh bahagia kurasa,
bila kita slalu bersama.
Jangan pernah ke selokan,
nanti kotor ditertawakan,
jangan pernah ragukan,
janji setia yg ku ikrarkan.
Ke kota ngajar sihir,
meski belum mahir,
cinta ini takan berakhir,
meski hidup telah berakhir.
Kamar kos-kosan bentuknya persegi,
disewa tukang roti,
takan bosan kuucapkan slamat pagi,
untukmu sang pemilik hati .
Single bukanlah takdir;
tapi tangga menuju kedewasaan.
bukalah cinta dari semua tabir;
biar hidupmu dalam lingkup kebahagiaan.
Manchester City dua;
Arsenal kosong.
terlepas dari tipu-daya cintanya;
kini hatiku terasa plong.
Beli majalah bobo di pasar cikini.
Ya udah kamu bobo,
aku jagain dari sini.
Kemacetan jalan Jakarta;
bukan karena si Komo lewat.
sejak kita menjalin cinta;
ngelakuin apapun aku jadi makin semangat.
Itu bukan salahmu;
tapi salah yang membantu.
takdir cintaku adalah kamu;
yang akan selalu melekat pada diriku.
Tepi kolem nanam jamur
biji tomat numbuh pepaya
Tiap malem susah tidur
masih teringat indah matanya .
Buka pintu ada benalu..
ada kismis di atas batu
hey kamu putri malu,
cuma ingin bilang ai miiiiss yuu..
Daripada ngebikin sambal,
mendingan ngebikin kue getuk.
Daripada aku terus ngegombal,
mendingan kita jadian aja yuk. .
Burung gagak suka dikandangin,
kalo gajah suka dilepasin.

Katanya gak suka dibohongin,
tapi malah suka digombalin.

Minggu, 02 Maret 2014

Eiffel Cooking Battle

    


      Pada pagi yang cerah, Shella, Aurel, Kevin yang saat itu sedang menginap di rumah Shella. Pagi itu Shella mengambil sepucuk surat dari kotak surat yang berada di rumah Shella. Isi surat itu bahwa Shella, Aurel dan Kevin mendapat beasiswa ke Prancis untuk bersekolah memasak.

      Tak terasa 6 bulan berlalu Shella, Aurel dan Kevin segera berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta yang berada di DKI Jakarta untuk segera pergi menuju Prancis. Musuh bebuyutan mereka mengikuti jejak Shella, Aurel dan Kevin mereka itu adalah Resta, Dhira dan Fakhri. Mereka selalu mengejek Shella dan kawan kawan.

      Sesampainya di bandara yang berada di Prancis Shella dan kawan kawan segera mengambil tasnya dan berlari riang gembira menuju pintu keluar bandara. Shella dan kawan kawan ingin berfoto di menara Eiffel. Sesampai di menara Eiffel mereka berfoto-foto. Setelah selesai berfoto Shella dan kawan kawan bertemu Resta dan kawan kawan. Resta dan kawan kawan mengajak Shella dan kawan kawan untuk cooking battle.

      Pada hari esoknya, Shella dan kawan kawan memasak dengan riang gembira Shella dan kawan kawan memasak Choco banana scoop ice dan Nasi warna-warni. Sedangkan Resta dkk memasak Omelet spanyol dan Chocolate cupcake.
Penonton satu per satu mencoba masakan shella dan kawan kawan dan Resta dan kawan kawan. Dan banyak yang memilih Shella dan kawan kawan yang menang masakannya. Akhirnya Shella dan kawan kawan menang, Resta dan kawan kawan pun menyadari bahwa Shella dan kawan kawan memang layak menang.

     Shella, Aurel, Resta, Dhira, Fakhri dan Kevin pun bersahabat. Sekarang, Resta adalah anak yang baik, pintar dan tidak sombong.
Jum’at pagi itu mereka mendapat tugas untuk menjelajah. Mereka menjelajah ke hutan Di tengah perjalanan Resta pusing, tidak kuat lagi untuk berjalan, jantungnya sakit, dadanya pun sangat nyeri. Resta segera dibawa kembali ke tenda.

     Akhirnya Resta semakin Kritis, Resta pun di bawa ke rumah sakit dan memasuki ruang gawat darurat.
Demi sahabat mereka (Shella dan kawan kawan) setia menunggui Resta hingga sadar dari tidurnya. Beberapa saat kemudian Resta tertidur kembali. Dokter menyuruh kita keluar kamar dan segera menelfon keluarga Resta di Amerika. Setelah Dokter keluar dari ruangan, dokter berbicara bahwa nyawa Resta tidak tertolong…

TAMAT

Sabtu, 01 Maret 2014

Where Were You?



       I was in junior high school. At the first time I came to my new school, I felt so happy. There were many friends. Time by time we’ve known each other and having friendship.
At the moment we have finished our lessons on grade 7 th, and so we’re grade 8 that day. There’s a new student in our classroom, he was a boy. Yeah a handsome boy!!. He’s really a cool boy but not clever very much. He was good on football.


      Formerly I was a shy girl, really shy girl!. I just wanna talk with girl and no boy. But I was a clever student especially in English. I got the first ranking on first and second semester of grade 7 th in our school. I never thought about love before, it’s because I always tried to focus on the lesson very much. But now I felt that there’s something happened in my heart. There were many questions running up in my mind every time.

      Everyday I looked at him, The new student!. I respected to him, time by time I felt that I fell in love with him. I thought about him before I went to sleep and every time. When I looked and met him, I always felt that my heart beat faster than usually. Yeah right! He is my first love. I never felt like that before. But I didn’t tell anyone about it included all of my friends. I thought they wouldn’t know that I loved a new student.
At one day, I and my friend talked seriously. She told me who boy that she loved and she asked me to do the same. We made an agreement so that do not told anyone about this, and okay! we’ll promise. Tomorrow, She was talking with other friend and revealed my love secret not intentionally. Firstly I was a bit angry but i tried to forgive her.

      I didn’t know what happen. One of his friend always told me what Mr.Boy said. I thought he loved me too. He’s asking all around about me. He asked for my phone number, hair style, username of social media and the others about me. When hearing that, I fell so glad. He sent me messages. Firstly I tried not to reply her message but at last I replied his message. After that, we’re often message each other. We talked about everything and knew more each other. Yeah I’m really happy.
Long time have been already over with all memorable moment although without love word until one day at our classroom, when he went classroom out, he talked loudly “I didn’t love her”. But anyone didn’t know what means that he said. Only my close friend heard what he talked. But when he said that, i didn’t hear clearly. Then my friend told me about his saying. I fell be so shy and sad. He has given me love sign, but actually those’re only false. I hate him, i hate him very much! Arrgh!.. Fine, I tried hardly to forget him.

       Long time already taken and now I didn’t love him again. We had my life usally without different and nothing special. But I fell alright, I enjoyed this moment with all of my friends. Suddenly when we’re on grade 9 th, a lot of pupil in our classroom were in tumult because one gossip especially me. Yeah! The gossip was talked about his feeling. His friend came back to said to everyone that he loved me. Haha! I just laughed and thought that was a false again. I didn’t care it much.

      we’re in love, I fell an usual. But one day, he sent messages to my close friend, he told the fact that the gossip it’s true not just like gossip. My friend told what he said to me, erm I still didn’t care it. At a moment we had a task to sing. All of us were waiting our turn. When my turn were coming, I go to forwad the class and sang a song that it was bore a meaning like my feeling now. Next! Next. And when his turn were coming, he sang a song like were expressing his feeling that he loved me. All of my friends cheered to me. Haha!.

     That day, after I went home from school, I got an message and it was proved from him. Yeah I read it and the content he said he loved me. Aww aww, I just laughed alone. So I replied his message, I refused his love request. I thought it’s worth to him, to man who hurt the girl! Where were u past? And now you’re back, what did u want?. I’m sorry couldn’t be yours. But I would remember this story forever, it’s a memorable.