Awan di atas sana seperti kapas yang menghiasi pandanganku, lalu
bunga bunga itu seperti teman ku, serta burung yang beterbangan adalah
alasan dari hidup ku ini masih berlanjut. Dunia ini benar-benar bukan
tempat yang adil untuk ku singgahi, lagi lagi aku harus menanggung
derita tiada habis dan mengoyahkan nalar yang membuat pusing tujuh
keliling. Maafkan aku Tuhan, Aku belum bisa mensyukuri Keadaan ku
sekarang.
14 Maret 2012, Langit Mulai Menguning
Dear Diary,
Hari ini aku bertemu lagi dengan pacar barunya, rasa kesal terus menghantuiku dan kenapa harus perempuan itu yang jadi penggantiku?, aku bukan orang munafik dan aku jujur bahwa aku masih mencintai dia. sekarang aku harus berusaha melupakannya! Semoga hati ini tak terluka lebih dalam lagi.
Dear Diary,
Hari ini aku bertemu lagi dengan pacar barunya, rasa kesal terus menghantuiku dan kenapa harus perempuan itu yang jadi penggantiku?, aku bukan orang munafik dan aku jujur bahwa aku masih mencintai dia. sekarang aku harus berusaha melupakannya! Semoga hati ini tak terluka lebih dalam lagi.
Belum sempat ku beranjak dari meja setelah kututup Diary, Ponsel ku
berdering, panggilan masuk dari Novandre, lho dari Novandre? tertegun
aku tercengang melihat kenyataan pahit ini lagi, dia adalah sosok yang
ku tulis hari ini. untuk apa dia menghubungi ku lagi, sudah jelas satu
bulan ini aku putus dengannya. Ku tatap ponsel ku dengan nanar dan jelas
saja aku tolak saja panggilan itu. dia sepertinya pantang menyerah
mungkin ingin menyampaikan sesuatu, malas aku harus memperdulikannya
lagi, Lantas saja ku tekan tombol non-aktif di ponsel ku, rasa kalut
langsung menghadangku
Kamu berani lagi menggangguku di saat aku sedang berusaha membenci
dan melupakanmu. Aku benci kamu, mengapa kamu harus pacari temanku.
memangnya wanita di dunia ini tidak ada lagi sampai-sampai kamu harus
memilih temanku. Dia adalah teman yang selama ini selalu menjadi tempat
keluh kesah ku yang paling ku percayai. Kamu seolah membuatku tak
berguna di hadapanmu. Bahkan saat Puisi ku dimuat di sebuah majalah,
kamu malah menyepelekan itu dengan mengomentari bahwa sebenarnya Puisi
ku kurang bagus, malam ini rasa sakit itu semakin jelas, mataku tak
kuasa menahan air mata yang memaksa keluar dan dengan begitu saja air
mata ku mengalir deras.
—
Halo matahari pagi, sinari aku dengan sedikit harapan untukku yang
bisa ku gapai tolonglah bantu aku melupakan dia. Mataku bengkak
mengingat malam tadi aku menangis. Pagi ini aku malu bersekolah dengan
mata bengkak ini. kenapa aku harus menangis padahal dia tak penting
untukku lagi. tapi aku juga tak bisa mengelak bahwa aku masih
mencintaimu dan tak sadar aku berharap kau kembali padaku, tapi
sepertinya hanya harapan kosong yang ku lempar untuknya. Ku berjalan
menyusuri hiruk pikuk kota ini dengan menggenggam terlalu banyak
harapan. tak ku sangka sampai juga di gerbang sekolah setelah lumayan
berat ku langkahkan kaki ini, padahal jarak rumah dekat dengan sekolah,
mungkin itu efek galau. dengan mata bengkak aku berusaha tersenyum pada
teman-teman ku, aku harus mengingat bahwa hidup adalah tergantung dengan
apa yang kita lakukan hari ini, dengan itu aku harus menyembunyikan
rasa sedih ini agar aku bisa tersenyum di kemudian hari.
Sampai sekarang aku masih bingung, memangnya orang pacaran kalau
putus harus bermusuhan ya?, aku menyesali itu, walau aku harus putus
dengan Novan tapi setidaknya aku ingin menjadi sahabatnya saja.
Sederhana saja yang aku inginkan. Sarah menghampiriku dengan senyum khas
lesung pipit di kedua sudut bibirnya, cukup mengobatiku ternyata masih
ada teman yang setia untuk ku. dia sepertinya membawa kabar gembira.
“Nika!!!” teriaknya menghampiriku dan langsung memelukku. terlalu berlebihan untukku yang saat itu sedang kalut, aku memaksa melepas pelukannya,
“kok gitu sih?” Sarah heran.
Dia ternyata tak kapok ku marahi dia malah mengulangi lagi untuk memelukku, aku pasrah saja. setelah agak lama dia lalu melepas pelukannya yang sangat erat itu, lalu menyampaikan kabar untukku.
“Nika, Selamat ya” Sarah mengulurkan tangan memberi selamat, tentu aku sambut saja ucapannya itu,
“memangnya selamat untuk apa?”
“kamu terpilih untuk mewakili sekolah kita di lomba Karya Tulis SMA tingkat Provinsi bareng sama Novandre!”
“hah! Novandre? aku sama Novandre?” aku heran betul dengan kabar itu, bukan senang dan bukan sedih tapi aku malah malu, aku harus bekerja sama dengannya yang sudah jelas aku membencinya, dunia ternyata tak memihak untukku, Sarah hanya mengangguk angguk saja meng iya kan pertanyaannku.
“Nggak adil!” aku teriak keras sambil menjambak rambutku sendiri. semua orang disana melihat ke arah ku, sambil sedikit heran mereka lalu menertawaiku.
“Nika!!!” teriaknya menghampiriku dan langsung memelukku. terlalu berlebihan untukku yang saat itu sedang kalut, aku memaksa melepas pelukannya,
“kok gitu sih?” Sarah heran.
Dia ternyata tak kapok ku marahi dia malah mengulangi lagi untuk memelukku, aku pasrah saja. setelah agak lama dia lalu melepas pelukannya yang sangat erat itu, lalu menyampaikan kabar untukku.
“Nika, Selamat ya” Sarah mengulurkan tangan memberi selamat, tentu aku sambut saja ucapannya itu,
“memangnya selamat untuk apa?”
“kamu terpilih untuk mewakili sekolah kita di lomba Karya Tulis SMA tingkat Provinsi bareng sama Novandre!”
“hah! Novandre? aku sama Novandre?” aku heran betul dengan kabar itu, bukan senang dan bukan sedih tapi aku malah malu, aku harus bekerja sama dengannya yang sudah jelas aku membencinya, dunia ternyata tak memihak untukku, Sarah hanya mengangguk angguk saja meng iya kan pertanyaannku.
“Nggak adil!” aku teriak keras sambil menjambak rambutku sendiri. semua orang disana melihat ke arah ku, sambil sedikit heran mereka lalu menertawaiku.
Sarah yang malu bukan kepalang langsung membawa ku melihat mading
pengumuman yang saat itu sudah terlihat tidak ramai lagi. tercengang
melihat kebenaran kabar dari Sarah.
“ini serius nih?” aku masih tak mempercayai itu
“udah terima aja Nik!” Sarah mendukungku, tapi bagaimana bisa aku bekerja sama dengannya.
“aku pikir-pikir dulu!” aku lemas tak berdaya, pilihan ada dua, tolak atau terima
Sarah sepertinya baru sadar dengan mata bengkak ku ini, aku diintrogasi dengan banyak pertanyaan.
“ngomong-ngomong mata kamu kenapa Nik? um aku tau nih, pasti diputusin pacar ya? atau nggak dikasih uang jajan ya? atau abis lihat film drama?”
“pacar apaan kamu juga tau sendiri aku masih jomblo, ah kamu mau tau aja!”
“ye nggak papa dong, ini bermanfaat lho!” ucap Sarah membenarkan keingin tahuannya.
“bermanfaat apanya?” aku bersungut sungut
“udah jangan cemberut nanti cowok-cowok pada kabur lho!”
Dia menggodai ku lagi, tapi tak apa yang penting aku kembali tersenyum namun terpaksa. Mereka yang berada di Kelas menyambut kedatanganku, ada yang memberi selamat dan ada juga yang iri, sudah biasa untukku.
“ini serius nih?” aku masih tak mempercayai itu
“udah terima aja Nik!” Sarah mendukungku, tapi bagaimana bisa aku bekerja sama dengannya.
“aku pikir-pikir dulu!” aku lemas tak berdaya, pilihan ada dua, tolak atau terima
Sarah sepertinya baru sadar dengan mata bengkak ku ini, aku diintrogasi dengan banyak pertanyaan.
“ngomong-ngomong mata kamu kenapa Nik? um aku tau nih, pasti diputusin pacar ya? atau nggak dikasih uang jajan ya? atau abis lihat film drama?”
“pacar apaan kamu juga tau sendiri aku masih jomblo, ah kamu mau tau aja!”
“ye nggak papa dong, ini bermanfaat lho!” ucap Sarah membenarkan keingin tahuannya.
“bermanfaat apanya?” aku bersungut sungut
“udah jangan cemberut nanti cowok-cowok pada kabur lho!”
Dia menggodai ku lagi, tapi tak apa yang penting aku kembali tersenyum namun terpaksa. Mereka yang berada di Kelas menyambut kedatanganku, ada yang memberi selamat dan ada juga yang iri, sudah biasa untukku.
Setelah tau ternyata aku harus membuat karya tulis dengannya, aku
terfikir lagi tadi malam dia menghubungi Ponsel ku, mungkin ini yang
akan dia kabarkan untukku, Sampai siang ini aku belum juga bertemu
dengannya, hari ini bahkan untuk sekedar melihatnya saja mustahil.
Harus ku akui saat ini aku senang, mungkin dengan ini aku bisa dekat
dengannya lagi dan aku ingin menjalin persahabatan dengannya. Ku
putuskan untuk menerima tantangan itu, Tapi bagaimana bisa aku membuat
karya tulis ini, padahal daadlinenya sebentar lagi sedangkan tadi Ibu
Rosa telah menagih hasil karya yang seharusnya sudah terselesaikan. aku
hanya melamun saja di depan layar Laptop ku karena bingung harus menulis
apa, temanya tentang Lingkungan dan Kebersihan, aku bimbang hubungi
Novan atau tidak. lama aku melamuni Ponsel ku. dan tak disangka-sangka
SMS masuk dari Novan.
“Nika! kamu udah tau tentang kabar itu?”
Aku jawab saja SMS itu dengan jawaban singkat
“udah!”
Tak biasanya jantungku berdebar-debar membalas SMS darinya. Apa aku jatuh cinta lagi. jangan sampai itu terjadi, Tidak Bisa! dia memberi balasan lagi. cowok memang lebih suka to the point dari pada basa-basi tak jelas
“maaf ya! tadi aku nggak bisa temenin kamu dengerin bimbingan cara membuat karya tulis dari Ibu Rosa, Aku nggak sekolah hari ini, besok kita ketemu saja pulang sekolah di perpustakaan, kita selesaikan karya tulis itu, biar cepet selesai, OK?”
Melihat SMS nya, rasanya senang sekali, aku bisa dekat dengannya lagi. aku tersenyum singkat dan kebingungan mau membalas apa. ku tulis saja semauku
“ya!” jawabanku ku sengaja singkat padat dan menyebalkan biarlah saja dia bukan orang yang pantas ku takuti. setelah itu aku tersenyum-senyum seperti layaknya manusia yang sedang bahagia.
“Nika! kamu udah tau tentang kabar itu?”
Aku jawab saja SMS itu dengan jawaban singkat
“udah!”
Tak biasanya jantungku berdebar-debar membalas SMS darinya. Apa aku jatuh cinta lagi. jangan sampai itu terjadi, Tidak Bisa! dia memberi balasan lagi. cowok memang lebih suka to the point dari pada basa-basi tak jelas
“maaf ya! tadi aku nggak bisa temenin kamu dengerin bimbingan cara membuat karya tulis dari Ibu Rosa, Aku nggak sekolah hari ini, besok kita ketemu saja pulang sekolah di perpustakaan, kita selesaikan karya tulis itu, biar cepet selesai, OK?”
Melihat SMS nya, rasanya senang sekali, aku bisa dekat dengannya lagi. aku tersenyum singkat dan kebingungan mau membalas apa. ku tulis saja semauku
“ya!” jawabanku ku sengaja singkat padat dan menyebalkan biarlah saja dia bukan orang yang pantas ku takuti. setelah itu aku tersenyum-senyum seperti layaknya manusia yang sedang bahagia.
Tak terlupakan untuk kejadian mustahil ini, ku buka Diary ku dan aku mulai menulis kata-kata di sana
15 Maret 2012, Hari Begitu Cerah
Dear Diary
Hari ini, aku menemukan hal yang sulit ku percayai. aku menemukan jalan untuk dapat berteman dengan Novandre, aku tak mau hanya karena masa lalu, aku menjadi orang jahat yang memutuskan tali pertemanan dengannya, bukan kah itu dosa. aku berharap aku bisa melupakan kesalahannya dan aku harus berusaha memaafkan Nabila temanku yang sekarang berpacaran dengan Novandre, tapi tak secepat itu aku juga manusia yang sulit memaafkan, perlahan tapi pasti aku berusaha untuk itu. :)
15 Maret 2012, Hari Begitu Cerah
Dear Diary
Hari ini, aku menemukan hal yang sulit ku percayai. aku menemukan jalan untuk dapat berteman dengan Novandre, aku tak mau hanya karena masa lalu, aku menjadi orang jahat yang memutuskan tali pertemanan dengannya, bukan kah itu dosa. aku berharap aku bisa melupakan kesalahannya dan aku harus berusaha memaafkan Nabila temanku yang sekarang berpacaran dengan Novandre, tapi tak secepat itu aku juga manusia yang sulit memaafkan, perlahan tapi pasti aku berusaha untuk itu. :)
Seolah seperti kepompong yang akhirnya keluar menjadi kupu-kupu, aku
berusaha menjadi yang terbaik untuk semuanya. Sepertinya Sarah begitu
senang saat ku bilang aku menerima tantangan itu. dan akhirnya aku
bertemu dengan Nabila lagi hari ini, aku melempar senyuman memberi kode
aku telah memaafkan mu Nabila, dia juga sumringah membalas senyum
padaku. Perlahan tapi pasti kita akan dekat lagi, mungkin sekarang kita
saling malu untuk mendekat.
Tak terasa berjubal ilmu telah didapat hari ini. akhirnya waktunya
pulang sekolah. Saatnya menepati janji Novandre. Ku langkahkan kaki ini
menuju Perpustakaan Sekolah sendirian saja. Novandre menunggu ku di
depan pintu, dia menyambut ku dengan tatapan ramah dan mengajakku duduk
bersama Nabila, di sana rupanya ada Nabila, tenang jangan sampai aku
cemburu, aku sudah bertekad untuk menjadikan mereka temanku. kacau
sekali perasaan ini, dan aku hanya bisa menatap seluruh penjuru ruangan
tanpa sedikit pun melihat wajah mereka.
“Nika! maafin kita ya” kata maaf terlontar dari Novan yang seolah masih merasa tak enak dengan ku. Aku dengan cepat mengalihkan pandanganku ke arah mereka
“kenapa harus minta maaf?” aku berlaga bijak dengan memperlihatkan diriku yang tegar telah melupakan kejadian itu.
Mereka hanya terdiam saja, Nabila bahkan tak bisa berdecit sama sekali
“aku udah maafin kalian kok!” aku memaksa untuk tersenyum dengan menatap mereka meyakinkan jawabanku. aku harus melupakan Novandre dan aku ingin jadi temanmu. dan juga Nabila.
“kamu serius Nik? makasih banyak Nik” ucap Novandre, dan Nabila pun tersenyum semangat sambil meraih tangan ku. aku hanya bisa tersenyum saja.
“makasih banyak untuk ini Nik.” akhirnya Nabila berbicara dan melemaskan kekakuan di antara kami.
“Nika! maafin kita ya” kata maaf terlontar dari Novan yang seolah masih merasa tak enak dengan ku. Aku dengan cepat mengalihkan pandanganku ke arah mereka
“kenapa harus minta maaf?” aku berlaga bijak dengan memperlihatkan diriku yang tegar telah melupakan kejadian itu.
Mereka hanya terdiam saja, Nabila bahkan tak bisa berdecit sama sekali
“aku udah maafin kalian kok!” aku memaksa untuk tersenyum dengan menatap mereka meyakinkan jawabanku. aku harus melupakan Novandre dan aku ingin jadi temanmu. dan juga Nabila.
“kamu serius Nik? makasih banyak Nik” ucap Novandre, dan Nabila pun tersenyum semangat sambil meraih tangan ku. aku hanya bisa tersenyum saja.
“makasih banyak untuk ini Nik.” akhirnya Nabila berbicara dan melemaskan kekakuan di antara kami.
Rasa lega sekali muncul menyapa ku. Kami saling tersenyum dan aku tak
merasakan ternyata air mata haru mengalir begitu saja, Nabila pun
begitu, aku menghapus air mata Nabila dan Nabila menghapus air mata ku,
kami pun tersenyum dan lalu tertawa bersama, lama sekali kita tidak
mengobrol akhirnya kami bertiga menghilangkan rasa canggung sampai tak
ada air mata lagi. Tapi sepertinya Nabila tak enak dengan kami yang
harus cepat menyelesaikan tugas. Dia pamitan untuk pulang dan
mengizinkan pacarnya bersama dengan mantan pacarnya yaitu aku, berdua
mengerjakan tugas. Nabila pun berlalu setelah berpamitan.
Nah di sini lah aku sekarang bersama Novandre mantan pacar ku yang sekarang menjadi teman ku.
“mulai dari mana kita Nik?” ucap Novandre membuka diskusi
“kita mulai dari bahasan mengenai Lingkungan dulu, baru masuk bahasan pokoknya Kesehatan!”
Kami serius sekali dengan proyek Karya tulis ini, agar kami bisa memenangkan piala dan membanggakan nama Sekolah. Novandre semangat bersama ku menggapai harapan itu.
“mulai dari mana kita Nik?” ucap Novandre membuka diskusi
“kita mulai dari bahasan mengenai Lingkungan dulu, baru masuk bahasan pokoknya Kesehatan!”
Kami serius sekali dengan proyek Karya tulis ini, agar kami bisa memenangkan piala dan membanggakan nama Sekolah. Novandre semangat bersama ku menggapai harapan itu.
16 Maret 2012, Keajaiban yang Datang dengan Cepat
Dear Diary,
Aku senang bisa berteman dengan mereka yang dahulu ku anggap musuh. aku kangen dekat dengan mereka. begitulah kurang lebihnya perasaan ku saat ini. :)
Dear Diary,
Aku senang bisa berteman dengan mereka yang dahulu ku anggap musuh. aku kangen dekat dengan mereka. begitulah kurang lebihnya perasaan ku saat ini. :)
-Selesai-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar