Maroon 5 - Payphone (feat. Wiz Khalifa)

Minggu, 02 Maret 2014

Eiffel Cooking Battle

    


      Pada pagi yang cerah, Shella, Aurel, Kevin yang saat itu sedang menginap di rumah Shella. Pagi itu Shella mengambil sepucuk surat dari kotak surat yang berada di rumah Shella. Isi surat itu bahwa Shella, Aurel dan Kevin mendapat beasiswa ke Prancis untuk bersekolah memasak.

      Tak terasa 6 bulan berlalu Shella, Aurel dan Kevin segera berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta yang berada di DKI Jakarta untuk segera pergi menuju Prancis. Musuh bebuyutan mereka mengikuti jejak Shella, Aurel dan Kevin mereka itu adalah Resta, Dhira dan Fakhri. Mereka selalu mengejek Shella dan kawan kawan.

      Sesampainya di bandara yang berada di Prancis Shella dan kawan kawan segera mengambil tasnya dan berlari riang gembira menuju pintu keluar bandara. Shella dan kawan kawan ingin berfoto di menara Eiffel. Sesampai di menara Eiffel mereka berfoto-foto. Setelah selesai berfoto Shella dan kawan kawan bertemu Resta dan kawan kawan. Resta dan kawan kawan mengajak Shella dan kawan kawan untuk cooking battle.

      Pada hari esoknya, Shella dan kawan kawan memasak dengan riang gembira Shella dan kawan kawan memasak Choco banana scoop ice dan Nasi warna-warni. Sedangkan Resta dkk memasak Omelet spanyol dan Chocolate cupcake.
Penonton satu per satu mencoba masakan shella dan kawan kawan dan Resta dan kawan kawan. Dan banyak yang memilih Shella dan kawan kawan yang menang masakannya. Akhirnya Shella dan kawan kawan menang, Resta dan kawan kawan pun menyadari bahwa Shella dan kawan kawan memang layak menang.

     Shella, Aurel, Resta, Dhira, Fakhri dan Kevin pun bersahabat. Sekarang, Resta adalah anak yang baik, pintar dan tidak sombong.
Jum’at pagi itu mereka mendapat tugas untuk menjelajah. Mereka menjelajah ke hutan Di tengah perjalanan Resta pusing, tidak kuat lagi untuk berjalan, jantungnya sakit, dadanya pun sangat nyeri. Resta segera dibawa kembali ke tenda.

     Akhirnya Resta semakin Kritis, Resta pun di bawa ke rumah sakit dan memasuki ruang gawat darurat.
Demi sahabat mereka (Shella dan kawan kawan) setia menunggui Resta hingga sadar dari tidurnya. Beberapa saat kemudian Resta tertidur kembali. Dokter menyuruh kita keluar kamar dan segera menelfon keluarga Resta di Amerika. Setelah Dokter keluar dari ruangan, dokter berbicara bahwa nyawa Resta tidak tertolong…

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar